BANDARJUDIQQ - TERBONGKARNYA KEBOHONGAN DWI HARTANTO
TERBONGKARNYA KEBOHONGAN DWI HARTANTO
![]() |
| BandarJudiQQ |
Nama Dwi Hartanto, tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi yang diukir, melainkan skandal kebohongannya yang telah diperbuatnya. Ilmuwan yang tengah menempuh pendidikan di negeri Belanda itu mengklaim dirinya sebagai kandidat profesor di Technische Universitet (TU) Delft, Belanda, serta diminta untuk mengembangkan pesawat jet tempur generasi ke enam.
Sebenarnya kebohongan yang dilakukan Dwi Hartanto telah diketahui lama oleh teman-temannya yang sesama pelajar di Belanda. Bahkan, teman-temannya juga telah mengingatkan Dwi agar menghentikan aksi kehohongannya.
Menurut Deden, amarah temannya terhadap Dwi Hartanto memuncak sehingga mereka memberikan informasi tentang sepak terjang pria yang sempat dijuluki sebagai "The Next BJ Habibie" kepada anggota grup I-4 yang tergabung dalam grup aplikasi WhatApss. Informasi tersebut mengenai kebohongan Dwi ditelusuri anggota I-4 yang kemudian membentuk tim dengan Deden salah satu anggotanya.
Dalam tulisannya Deden menjelaskan, dokumen pertama yang ia dan teman-temannya rangkup terdiri 33 halaman yang berisikan beragam foto-foto aktivitas Dwi Hartanto termasuk dari halaman Facebook-nya, lalu link ke berbagai website tentangnya. Kemudian transkrip wawancara dengan Mata Najwa pada bulan Oktober 2016 lalu hingga korespondensi email dengan beberapa pihak untuk mengklarifikasi aktivitas yang diklaim oleh Dwi Hartanto.
Lalu dokumen kedua yang berisikan 8 halaman menjelaskan tentang ringkasan investigasi terhadap klaim yang dibuat oleh Dwi Hartanto. Ringkasan tersebut berupa latar belakang S1, usia, roket militer, gelar PhD in Aerospace, Professorship in Aerospace, Technical Director di bidang rocket technology and aerospace engineering, dan interview dengan media international serta kompetisi riset.
Deden melanjutkan, kedua dokumen tersebut telah disiapkan oleh beberapa teman Indonesia di TU Delft yang kenal dengan Dwi Hartanto secara pribadi. Rekan-rekan Dwi Hartanto lantas mencari cara untuk menghentikan aksi kebohongan yang diperbuat oleh Dwi Hartanto dengan cara menghubungi Deden dan melalui akun media facebooknya.
Mengenai yang bersangkutan, Dwi Hartanto sendiri telah menyampaikan permohonan maafnya di halaman PPI Delft. Dia mengakui bahwa informasi yang telah dia beri tidaklah benar, tidak akurat dan cenderung melebih-lebihkan. Khususnya soal prestasinya di bidang dirgantara dan keilmuan soal roket.


Tidak ada komentar: