×
Untitled-1

BANDARJUDIQQ - FAKTA UNIK SEPUTAR MICIN YANG TIDAK DIKETAHUI

FAKTA UNIK SEPUTAR MICIN YANG TIDAK DIKETAHUI

BandarJudiQQ
Ada 2 tipe orang Indonesia: yang suka MSG alias micin dan yang lebih baik menahan lapar daripada harus makan makanan ber-micin ke dalam tubuhnya. Kebanyakan orang akan menghindari MSG karena percaya bahwa penyedap rasa ini merupakan racun berbahaya. Tidak hanya bikin bodoh, MSG juga disinyalir dapat menyebabkan kemandulan, obesitas, diabetes, sampai kanker.

Bila memang MSG itu berbahaya, kenapa peredarannya masih tetap diizinkan oleh badan pengawasan makanan dan obat-obatan di Indonesia dan dunia ? Dan jika memang MSG bisa bikin bego, kenapa orang Jepang yang terkenal cerdas padahal mereka gemar memasukkan MSG ke dalam makanan mereka sehari-hari ? Sepertinya ada fakta soal micin yang belum diketahui selama ini.

Sebelum termakan isu lebih jauh lagi, mari kita pelajari lebih jauh soal MSG. Apakah penyedap rasa satu ini memang berbahaya seperti katanya?

MSG atau Monosodium Glutamat merupakan garam sodium dari asam glutamat. Glutamat sendiri merupakan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein. Selain membantu mempermudah pengiriman sinyal-sinyal dalam otak, glutamat juga bisa membantu untuk tetap fokus, membantu daya ingat, serta konsentrasi. Glutamat juga mempermudahkanmu dalam mempelajari hal-hal baru.

Selain itu, glutamat sebenarnya adalah penyedap rasa alami. Bahan makanan yang mengandung glutamat ini akan menyedapkan rasa bahan makanan lain bila dimasak secara bersamaan. Makanan berglutamat alami ini misalnya tomat, jamur, keju, daging dan kecap. Selain itu, glutamat juga bisa diproduksi oleh tubuh kita sendiri, misalnya saja di dalam ASI.

MSG sendiri diproduksi dari tetes tebu atau tepung tapioka. Produksinya pun dijalankan melalui proses fermentasi mikroba. Fermentasi dengan mikroba merupakan metode yang umum digunakan dalam pengolahan makanan seperti tempe, keju, dan tape. Jadi dari segi produksi dan bahan baku, MSG itu aman dan tidak berbahaya.

Untuk batas aman konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, dari Menkes RI merekomendasikan batas aman konsumsinya adalah sebanyak 5 gram per hari. Tentu angka ini merupakan angka yang cukup tinggi, mengingat rata-rata orang Indonesia hanya mengkonsumsi hanya 0,65 gram MSG perhari. Jadi kita tak perlu khawatir, karena peluang kita makan terlalu banyak MSG kecil sekali.

Jadi kita tak perlu takut lagi terhadap isu kesehatan yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebenarnya, MSG memang hanya garam penyedap rasa, bukanlah racun penyebab penyakit sebagaimana yang selama ini kita dengar. Asal kita konsumsi sesuai aturan dan tidak berlebihan ya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.