BandarJudiQQ Putra Trump Merilis Komunikasinya Dengan WikiLeaks Saat Kampanye Presiden AS 2016
BandarJudiQQ Donald Trump Jr mengupload pembicaraanya dengan WikiLekas Ketika kampanye pemilu Amerika Serikat 2016, tahun lalu. Dia merilis ini di akun twitter pribadinya.
"Ini merupakan keseluruhan rangkaian pesan dengan @Wikileaks ( dengan 3 tanggapan saya yang membuat terkejut) yang salah satunya telah dipilih komite Kongres untuk dipublikasikan. Sangat Ironis!" Kicau Trump.
Dari isi pesan yang dirilis, putra sulung Donald Trump itu berkomunikasi dengan WikiLeaks antara tanggal 20 september sampai 12 oktober 2016. Dalam pembicaraan itu, WikiLeaks menawarkan informasi yang bisa menjatuhkan lawan ayahnya dalam pemilu, yaitu Hillary Clinton.
Tanggal 3 oktober 2016, WikiLeaks mengirimkan pesan kepada Trump Jr. Salah satu pesannya menawarkan tautan dokumen terkait komentar Clinton terhadap organisasi WikiLeaks. Yang bisa saja disebarluaskan tim kampanye Trump. Isi dari dokumen itu adalah pernyataan Clinton yang ingin melepaskan serangan Drone kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange.
" Hai, akan sangat baik jika kalian ingin mengangkat/berkomentar cerita ini (mengenai usulan Clinton untuk menyerang WikiLeaks)." Isi pesan singkat WikiLeaks di Twitternya kepada Trump Jr.
" Mereka baru saja melakukannya hari ini. Akibat yang bisa mereka dapatkan akan sangat menakjubkan" Ucap Trump Jr membalas pesan dari WikiLeaks.
Tak hanya sampai disitu. Trump Jr juga kembali menanyakan terkait dokumen lainnya yang mungkin bisa dibocorkan tentang lawan ayahnya Clinton. Pembicaraan ini terjadi beberapa hari sebelum WikiLeaks mengungkapkan surat elektronik John Podesta, selaku ketua tim kampanye Clinton pada tanggal 7 oktober.
Pembicaraan ini juga terjadi beberapa hari sebelum intelijen AS menyimpulkan bahwa negara Rusia merupakan sosok dibalik peretasan sistem Surel Partai Demokrat yang disebarkan melalui media WikiLekas dan Guccifer 2.0. Pengakuan dari Trump Jr ini semakin meyakinkan sejumlah pihak bahwa rusia terlibat campurtangan dalam pemilu AS tahun 2016.
Komunikasi ini diungkapkan ditengah penyelidikan besar-besaran terkait intervensi Negara Rusia dalam pemilu AS dalam usaha kemenangan Trump. Trump Jr juga ditargetkan dalam pemeriksaan karena ketahuan bertemu dengan pengacara Rusia yang menjanjikan "informasi yang bisa mengalahkan Clinton" pada bulan Juni 2016.
Beberapa sumber mengatakan bahwa Kongres telah mengetahui komunikasi antara WikiLeaks dengan Trump Jr tersebut. Kongres juga telah menyelidiki kebenaran dalam komunikasi ini dalam sidang tertutup mereka dengan Komite Peradilan Senat di bulan September lalu.
" Tidak peduli oleh siapa ataupun mengapa, dokumen itu telah diberikan kepada kongres dibawah janji kerahasiaan yang telah di seleksi, kami juga yakin bahwasannya kami tidak memiliki kekhawatiran terkait dokumen-dokumen ini." Ucap Alan, Futerfas, pengacara Trump Jr.


Tidak ada komentar: