BANDARJUDIQQ - APAKAH AHOK LAYAK UNTUK MENDAPATKAN REMISI ?
APAKAH AHOK LAYAK UNTUK MENDAPATKAN REMISI ?
![]() |
| BandarJudiQQ |
Sudah lebih dari tujuh bulan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendekam di penjara terkait masalah penistaan agama. Lalu pertanyaannya pantaskah dia mendapat remisi?
Menurut Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel, pemberian remisi akan berarti mempercepat bertemunya kembali masyarakat dengan penjahat. Itulah yang menjadi dasar pemikiran bahwa remisi bagi penjahat harus juga mempertimbangkan dahulu risikonya bagi masyarakat.
"Ketika seseorang merasa bersalah atas perbuatannya, maka dia akan mengalami ketegangan, perasaan tertekan, dan penyesalan," ujar Reza, Sabtu (23/12).
Perasaan-perasaan itulah yang mendorong orang tersebut untuk memperbaiki keadaan. Mulai dari mengakui kesalahan yang diperbuat, meminta maaf, hingga mencoba melakukan perbaikan atas kerusakan yang juga telah dibuat.
Reza berpendapat, bila seseorang tidak memiliki perasaan bersalah maka ia akan mengulangi perbuatannya lagi. Ini pula yang menjadi penjelasan atas tingginya tingkat kriminalitas. Rendahnya apalagi kosongnya perasaan bersalah akan mempertinggi potensi kriminalitas tersebut.
Faktanya, perasaan penjahat tidak selalu sejalan dengan putusan Wakil Tuhan. Tidak semua terpidana menyadari kesalahannya meskipun majelis hakim telah memvonis mereka bersalah.
Pada sisi itu pula Reza mengaku ragu akan manfaat menjadikan Mako Brimob sebagai penjara bagi penjahat (terpidana). Bagaimana masyarakat bisa berharap terpidana terehabilitasi, bukan semata untuk kepentingannya, tapi juga masyarakat luas.
"Remisi yang diberikan dengan mengabaikan unsur perasaan bersalah terpidana adalah sama artinya dengan menjerumuskan masyarakat ke dalam situasi berisiko menjadi korban kembali" terangnya.
Dia menambahkan terpidana memang mempunyai hak untuk menerima remisi. Namun hak masyarakat untuk terlindungi dari penjahat kambuhan jauh lebih penting bahkan mutlak dipenuhi.


Tidak ada komentar: