×
Untitled-1

BANDARJUDIQQ - NEPAL KELUARKAN LARANGAN PENDAKIAN SOLO DI EVEREST

NEPAL KELUARKAN LARANGAN PENDAKIAN SOLO DI EVEREST

BandarJudiQQ
Nepal kini melarang pendakian solo di pegunungannya, termasuk Gunung Everest, demi mengurangi angka kecelakaan saat pendakian.

Kabinet Nepal mendukung tentang revisi peraturan pendakian gunung di Himalaya. Dimana peraturan tersebut melarang pendakian solo, termasuk salah satu dari serangkaian langkah yang dikeluarkan menjelang musim pendakian musim semi 2018.

Aturan itu direvisi untuk membuat para pendaki gunung menjadi lebih aman dan mengurangi resiko kematian, Neupane menjelaskan.

Diberitakan sebelumnya seorang pendaki berpengalaman asal Swiss, Ueli Steck kehilangan nyawanya pada April tahun ini karena terpeleset dan terjatuh dari puncak gunung yang curam saat pendakian solonya ke Nuptse, puncak di dekat Everest.

Larangan ini juga berlaku bagi pendaki disabilitas seperti tunanetra dan yang telah menjalani amputasi dua kali atau “double amputee”, meski pun Everest merupakan cita-cita bagi mereka.

Pendaki asal Selandia Baru, Mark Inglis, yang kehilangan kedua kakinya karena kedinginan, menjadi double amputee pertama yang mencapai puncak setinggi 8,848 meter pada saat itu.

Seorang tunanetra asal Amerika, Erik Weihenmayer, menaklukkan Everest pada Mei 2001, ia menjadi satu-satunya orang yang memiliki gangguan penglihatan yang berada pada puncak gunung tersebut.

Seorang pendaki Everest, Hari Budha Magar, mantan tentara Gurkha yang kehilangan kedua kakinya saat bertugas di Afghanistan, baginya larangan tersebut merupakan sebuah bentuk diskriminasi.

Setiap musim semi dan gugur, ribuan pendaki memadati Nepal, rumah bagi delapan gunung tertinggi di dunia. Tahun lalu, hampir 450 pendaki, 190 asing dan 259 dari Nepal, mencapai puncak Everest dari bagian selatan Nepal tahun 2016 lalu.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.