×
Untitled-1

BANDARJUDIQQ - PRIA INI MINTA MAAF DI DEPAN ABU SANG ISTRI SELAMA 23 TAHUN

PRIA INI MINTA MAAF DI DEPAN ABU SANG ISTRI SELAMA 23 TAHUN

BandarJudiQQ
Kepergian orang-orang tercinta kadangkala manjadi kesedihannya tersendiri dan sulit untuk dilupakan. Inilah yang dirasakan oleh Yoshiteru Yamamoto (85) yang selalu mengunjungi abu jenazah istrinya.

Selama 23 tahun pria itu tak pernah absen menyampaikan doa dan permintaan maafnya kepada mendiang istri. Setelah kematian Kazuko, istri yang telah dinikahinya selama 30 tahun lebih, Yamamoto terus dirundung perasaan bersalah karena dirinya tidak berhasil dalam menyelamatkan nyawa istri tercintanya.

Penyebab kematian sang istri dikarenakan gempa besar Hanshin, yang melanda Jepang pada 17 Januari 1995 silam.

Detik-detik sebelum gempa itu terjadi, Yamamoto dan istri hanya tinggal berdua di rumah. Biasanya mereka tidur bersama di lantai atas, tetapi saat itu keduanya sedang terjaga di lantai pertama rumah.

Sambil menonton video, istri Yamamoto tengah tertidur di meja kotatsu (meja pemanas yang ditutup dengan selimut). Sedangkan Yamamoto memutuskan untuk berjalan-jalan ke luar rumah.

Sekitar pukul 05.46 pagi, gempa 7,3 Skala Richter datang dan mengguncang Jepang. Gempa tersebut merobohkan lantai dua rumah Yamamoto. Setelah gempa berakhir, Yamamoto segera pulang ke rumah untuk mencari istrinya.

Yamamoto menemukan Kazuko terbaring di dalam reruntuhan bangunan rumah. Kazuko sempat mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan meminta bantuan suaminya.

Yamamoto segera meminta bantuan para tetangganya. Namun, upaya penyelamatan Kazuko tidaklah mudah, sehingga Yamamoto semakin kehilangan waktu untuk menyelamatkan sang istri.

Salah seorang tetangga sempat mencoba menggunakan gergaji untuk mengeluarkan Kazuko dari puing-puing kayu rumahnya. Sayangnya, gergaji biasa yang digunakan tak mampu memotong puing kayu yang menimpa tubuh Kazuko.

Kemudian kejadian ini semakin diperparah dengan munculnya api dalam rumah Yamamoto. Pria itu sempat bergerak ke arah istrinya untuk segera menolongnya. Namun, para warga menarik Yamamoto untuk mencegah ia melakukan tindakan nekat.

Pria itu hanya bisa menjerit putus asa ketika rumah mereka dan istrinya terbakar oleh api. Suara Kazuko yang gemetar dan peristiwa kebakaran itu merupakan hal yang tak dapat dilupakan Yamamoto selama seumur hidupnya.

Setelah empat hari kejadian tragis itu berlalu, Yamamoto akhirnya kembali ke rumah bersama dengan anaknya untuk mengumpulkan abu jenazah sang istri.

Penyesalan Yamamoto ialah dirinya tak bisa menyelamatkan Kazuko sampai saat terakhirnya. Oleh sebab itu, Yamamoto tak pernah lupa mengucapkan minta maaf dan penyesalannya di depan abu sang istri.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.