×
Untitled-1

Asteroit Menuju Bumi Dan Diduga Akan menghantam Bumi

Bandarjudiqq

Asteroit Menuju Bumi


Tim penyisik luar angkasa atau yang kita kenal dengan NASA yang mendapatkan bukti dan tanda ada sebuah batu asteroit raksasa yang sedang menuju ke bumi dan jika batu tersebut benar menghantam bumi maka di pastikan akan mengancam keselamatan buki atau planet yang kita tinggali hal tersebut di sebabkan ukuran batu astroit tersebut yang sangat besar dan akan menimbulkan efek yang sangat bahaya jika menghantam bumi.

Jika gambaran mengenai ukuran asteroid itu benar adanya, maka ada kemungkinan luas permukaannya mencapai 55 hektar. Lebih besar dari kediaman resmi ratu Inggris di London, Buckingham Palace, yang luas bangunannya hanya sekitar 19 hektar dan kebunnya hanya 40 hektar.Asteroid itu akan melesat dengan kecepatan sekitar 14.092 mil per jam dalam radius sekitar empat kali jarak antara Bumi dan Bulan, atau 897.161 mil.

Beruntung, NASA memprediksi bahwa asteroid tersebut tidak akan menghantam atau menabrak Bumi. Apabila terjadi, asteroid ini akan melepaskan energi lebih banyak daripada semua senjata nuklir yang pernah diledakkan sepanjang sejarah manusia.Dampaknya, kawah seluas lebih dari dua mil akan tercipta dan membunuh jutaan orang bila jatuh di daerah padat penduduk.

"Kami tidak berbicara tentang sebuah asteroid yang bisa menghancurkan Bumi," ungkap penyidik ​​NASA, Dante Lauretta kepada Space.com yang dilansir dari Metro.co.uk, Sabtu (17/2/2018).Pada Jumat 9 Februari kemarin, NASA juga memprediksi bahwa akan ada sebuah asteroid sebesar paus melintas di dekat Bumi. Jarak lintasannya lima kali lebih dekat dibanding jarak Bulan ke Bumi.Tepatnya, Asteroid yang dijuluki 2018CB itu akan melintas dalam jarak 64.000 km dari Bumi. Ukurannya sekitar 15 sampai 40 meter.

Meski jaraknya sangat dekat, asteroid seukuran paus itu tak berbahaya bagi Bumi."Meski 2018CB sangat kecil, itu bisa lebih besar dibanding asteroid yang masuk ke atmosfer Chelyabinsk, Rusia, hampir lima tahun yang lalu, pada 2013," ujar Manajer Center for Near-Earth Object Studies NASA, Paul Chodas, dalam sebuah pernyataan media yang di umumkan di ke semua mas


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.