Ledakan Bom Di Myanmar Memakan Banyak Korban
![]() |
| Bandarjudiqq |
Ledakan Bom
Baru-baru ini ada sebuah bencana yang memakan korban karna ledakan dari Tiga bom mengguncang ibu kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe, di Myanmar, pagi tadi. Tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut. Namun seorang polisi dilaporkan menderita luka ringan akibat dari ledakan bom yang melukai mereka.
Salah satu bom meledak sekitar pukul 04.30 pagi waktu setempat dan mengguncang Negara Myanmar. Ledakan itu terjadi di halaman belakang kantor Sekretaris Pemerintah Negara Bagian, Tin Maung Swe. Dia merupakan salah satu pejabat tertinggi di pemerintahan setempat. Sementara dua bom lain meledak di dekat Pengadilan Tinggi dan Kantor Pencatatan Tanah. Kepolisian setempat hingga kini masih memburu pelaku pemboman tersebut.
"Ada tersangka yang kami curigai, tapi sekarang bukan waktunya bicara. Polisi berusaha memastikan tersangka dengan menganalisis struktur bom tersebut, agar bisa mencari dan mengetahui siapa pelaku yang melakukan peledakan bom tersebut karna merugiakn masyarakat yang ada dan memakan banyak korban" kata Juru Bicara Polisi Kolonel Myo Thu Soe, dikutip laman Reuters, Sabtu (24/2).
Myo Thu Soe juga mengatakan bahwa tiga bom buatan lain yang gagal meledak ditemukan di kota tersebut pada saat bersamaan sehingga mengurangi korban dan jika bom tersebut meldak maka akan semakin banyak korban yang akan terjatuh. Pihak kepolisian juga dikerahkan untuk memperketat keamanan di kota tersebut sekaligus menjaga jalur keluar kota agar tidak terjadi kembali hal tersebut.
Ledakan itu terjadi hanya selang tiga hari setelah bom besar menewaskan dua pegawai bank dan melukai hampir belasan orang lainnya di kota Lashio. Kota tersebut merupakan tempat kelompok pemberontak etnis memerangi militer Myanmar.
Sittwe sendiri merupakan kota di Rakhine di mana serangan dari gerilyawan Muslim Rohingya tahun lalu memicu balasan dari pasukan militer Myanmar. Serangan besar-besaran itu juga yang mendorong 688.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh karena mengalami penyiksaan hingga pemerkosaan oleh tentara dan polisi Myanmar.


Tidak ada komentar: