Pasangan Mesum Digrebek Petugas
![]() |
| Bandarjudiqq |
Pasangan Mesum
Banyak sekali pasangan yang tertangkap ketika polisi melakukan aksi grebekan di sebuah hotel atau tempat pengnapan dan merek sangat meresahka masyarakat yang berada disekitar lokasi tersebut. Uniknya, dalam penggerebekan itu, ada pasangan mesum bertopeng.Polisi menduga mereka memakai topeng untuk menutupi identitasnya. Tak hanya itu, perempuan yang ditangkap pun mengoleskan masker di wajahnya. Harapannya, tentu agar wajahnya tersamar.
Tentu polisi tak begitu saja terpedaya oleh pasangan mesum bertopeng ini. Untuk memastikan kesesuaian biodata dengan pemiliknya, polisi pun menyuruh agar pasangan itu membersihkan wajah.Polisi menetapkan biodata pasangan yang digerebek di hotel berdasar dokumen kependudukan yang dimiliki, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen lainnya, misalnya Surat Izin Mengemudi (SIM).
Akhirnya, mereka pun tetap digelandang ke Markas Polres Kebumen. Sebab, terbukti bahwa pasangan mesum bertopeng ini memiliki alamat yang berbeda. Sang lelaki masih terhitung muda, berusia 25 tahun, warga Karangsambung.Adapun pasangan mesum bertopeng perempuan, merupakan warga Rowokele, berusia 50 tahun, dan sudah menikah. Polisi belum dapat memastikan apakah salah satu di antara keduanya merupakan pekerja seks komersial (PSK).
"Itu yang pakai masker, pertama kali digeledah polisi, ngakunya dari Aceh,” ucap Kepala Sub Bagian Humas Polres Kebumen, AKP Masngudin, kepada Liputan6.com melalui aplikasi pesan, Selasa malam, 13 Februari 2018.Meski terbukti melakukan tindak pidana ringan (asusila), polisi tak lantas meningkatkan status para pasangan mesum yang terjaring razia menjadi tersangka. Mereka hanya dibina, untuk selanjutnya dilepas.Lagi pula, seluruhnya baru tertangkap untuk pertama kali. Artinya, kuat dugaan mereka bukanlah PSK.
Polisi pun tak memberitahu kepada pemerintah desa soal tujuh pasangan mesum yang terjaring razia tersebut. Alasannya, demi menjaga keutuhan rumah tangga mereka.Pasalnya, nyaris seluruh pasangan mesum berstatus berkeluarga. Tentu, bakal geger jika kasus ini diberitahukan kepada pemerintah desa atau keluarganya."Enggak diberitahu, mas. Kalau ada nanti bubar rumah tangganya. Kita masih mempertimbangkan itu," dia menerangkan.


Tidak ada komentar: