×
Untitled-1

Seorang Pemuda Bertelur Gegerkan Masyarakat

Bandarjudiqq

Seorang Pemuda Bertelur


Baru-baru ini ada sebuah kejadian yang sangat mengejutkan dan menggegerkan masyarakat lantara ada sebuah kejadian yang sangat aneh di mana sebuah manusia bisa bertelur sehingga membuat masyarakat bingung dengan kejadian tersebut karna manusia tidak mungkin bisa mengeluarkan telur yang bentuk nya sekilas mirip telur ayam dan membuat banyak masyarakat yang berasumsi itu hanya isu atau hal yang di buat" dan sebagian menganggap itu keajaiban.

Pihak Kepolisian yang tidak percaya dengan kejadian dan berita tentang remaja yang bertelur akhirnya harus turun tangan untuk mencari tahu kejadian unik yang menimpa Akmal (15), remaja bertelur asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang tengah jadi buah bibir.Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, pihaknya telah menyelidiki setelah menerima informasi dugaan bahwa telur itu sengaja dimasukkan ke dalam tubuh Akmal.

"Sedang kita selidiki. Kita sudah terima informasinya, dokter menduga kalau telur itu sengaja dimasukkan, kalau bukan dirinya sendiri, telur itu dimasukkan oleh orang lain. Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan bahwa pagi tadi dia telah menugaskan anggotanya ke Rumah Sakit Syech Yusuf untuk bertemu dengan Akmal.

"Saya sudah kirim Kaurkes Polres Gowa, Pak Ahmad, untuk ke Rumah Sakit pagi ini untuk dilakukan pendalaman dulu," ujar Shinto.Sehari sebelumnya, dokter yang menangani remaja bertelur, Ratnah Hafid, mengatakan bahwa kejadian yang menimpa Akmal adalah hal yang tidak masuk akal.Dia pun menduga, penyebab remaja bertelur, yakni Akmal Sendiri yang memasukkan telur itu ke dalam tubuhnya atau ada orang lain yang memasukkan telur itu ke dalam tubuh Akmal.

"Ada dua hal yang saya tunggu hasilnya. Kalau dia yang melakukan sendiri berarti dia butuh perhatian, dan itu dokter ahli jiwa yang akan tangani. Kalau misalnya orang dewasa di sekitarnya yang melakukan, ini anak perlu kita lindungi dan orang dewasa yang melakukan itu perlu kita kejar untuk tidak melakukan dan kita berikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," kata Ratnah, Senin (19/2/2018) saat ditemui di Rumah Sakit Syech Yusuf. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.