Tragedi Penyerangan Yang Terjadi Di Digereja
![]() |
| Bandarjudiqq |
Penyerangan Brutal Di Sebuah Gereja
Sebuah kejadian yang mengerikan menimpa para jemaat yang sedang beribada di sebuah gereja dan hal tersebut dikarnakan ada penyerangan yang di lakukan oleh seorang pria yang menyerang dan membuat keributan dengan membawa sebila senjata tajam dan menyerang korban secara membabi buta dan bahkan memakan korban jiwa yang terkena sambetan dari senjata pelaku."Misa itu kan jam 07.50 (wib) dimulai, selang 10 menit itu di luar ada teriakan keras. Lalu salah satu jemaah itu masuk dengan kondisi luka di bagian kepala langsung masuk ke ruang pastor," tutur Wasiyo di lokasi kejadian. Jemaah anak-anak dan perempuan pun sontak berhamburan ke luar gereja karena panik. Terlebih mereka melihat seorang remaja yang mengamuk menggenggam sebilah pedang."Anak anak dan ibu-ibu keluar panik, pelaku itu masuk gereja membawa pedang," tutur Wasiyo.
Warga yang berada di sekitar lokasi di buat panik dan para jemaah Gereja St Lidwina itu langsung berupaya meredam remaja yang mengamuk tersebut agar tidak memakan kornan jiwa semakin banyak. Namun, karena penyerang menggunakan pedang, warga kesulitan untuk meredam amuk penyerang tersebut. Remaja berpedang itu lantas menyerang Romo Pierre yang saat itu memimpin doa. "Ya Romo kan sudah tua jadi mungkin kalau melawan juga terbatas gerakannya akhirnya diserang," tutur Wasiyo.Penyerang itu baru dapat dilumpuhkan beberapa saat setelah polisi tiba di lokasi kejadian. Wasiyo mendengar dua atau tiga tembakan yang diarahkan ke tubuh pelaku.
Aiptu Munir, personel Polsek Gamping yang mendatangi Gereja Santa Lidwina juga menjadi korban setelah gagal bernegosiasi dengan pelaku. Tangannya dilukai sehingga ia terpaksa menembakkan timah panas ke arah perut pelaku berinisial S (16) untuk melumpuhkan.Korban dan pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit. Kabid Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Yuliyanto mengaku belum berencana memeriksa kejiwaan S. Namun, pemeriksaan kejiwaan bukan tidak mungkin dilakukan pihaknya guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
"Apapun akan dilakukan termasuk memeriksa kejiawaan pelaku. Ini sedang kami dalami,'' ucap dia kepada Liputan6.com, Minggu (11/2/2018).Polisi masih terus menggali keterangan para saksi guna mengungkap motif dan mengetahui secara jelas kronologis peristiwa penyerangan di Gereja St Lidwina."Yang kami interogasi sudah banyak. Sementara, pemeriksaaan saksi masih berlangsung. Satu atau dua saksi saya kurang tahu. karena saksi nanti yang akan masuk berkas perkara," ungkap dia.


Tidak ada komentar: