BANDARJUDIQQ - INDONESIA AKAN "MUSNAH" PADA TAHUN 2030 ?
INDONESIA AKAN "MUSNAH" PADA TAHUN 2030 ?
![]() |
| BandarJudiQQ |
Seorang penulis yang bernama PW Singer yang juga seorang ahli ilmu politik luar negeri bersama dengan rekannya August cole, mereka mencoba memprediksikan apa yang akan terjadi pada masa depan dalam konflik global. Hasilnya cukup mengejutkan, Indonesia dikatakan "musnah" pada tahun 2030. Tahun 2030 itu hanya berjarak 13 tahun dari sekarang.
Topik utama novel itu justru menceritakan bangkitnya China selaku super power yang bahkan dapat melampaui Amerika Serikat. Saat itu, sistem komunisme China sudah usang. China kini dipimpin oleh "kelas baru" yang disebutnya sebagai Directorate. Elite ini menggantikan pemimpin partai komunis yang segera dilupakan.
Disamping lebih maju dan lebih kaya dibandingkan Amerika Serikat, China juga lebih cepat menemukan persenjataan supramodern. Diantaranya adalah sejenis "cyber attack" yang mampu melumpuhkan aneka sistem elektronik bahkan yang paling canggih di Amerika Serikat.
Sedangkan Indonesia saat itu, pada tahun 2030, disebut novel tersebut akan menjadi negara yang gagal. Ini kondisi yang jika lebih buruk lagi bisa mengarah pada kolaps seperti yang dialami Uni Soviet dan Yugoslavia, dua negara yang hilang dalam peta. Namun negara gagal tak otomatis semakin buruk jika bisa segera diperbaiki.
Failed State, negara gagal, atau dengan tanda kutip kita sebut negara yang mungkin "musnah," adalah sebuah kondisi ketika kemampuan pemerintah dalam mengelola kompleksitas negara berada pada titik terendah. Menurunnya wibawa pemerintah nasional mengancam keberlangsungan negara yang berdaulat lalu disertai dengan meluas ketidaknyamanan warga.
Beberapa indikator dapat dikenali sperti terjadinya penurunan kesejahteraan masyarakat yang signifikan, atau biasa disebut economic collapse. Di samping bertambahnya angka kemiskinan, juga terjadi kerusuhan akibat kondisi ekonomi.
Konsep negara gagal itu sendiri sebenar nya masih kontroversial dalam perdebatan konsep politik. Konsep tersebut masih terminologi yang longgar dan sulit mengukurnya. Sebagian akademisi membuatnya lebih kuantitatif dan merumuskan dalam indeks yang disebut Fragile State Index.
Dalam Fragile State Index tahun 2017, sebenarnya rangking Indonesia tetap berada di posisi yang aman. Kondisi kita lebih baik, tentu saja dari beberapa negara seperti Iran, Iran, Pakistan. Namun juga Indonesia lebih buruk dibandingkan Malaysia, Brunei, Kuwait, apalagi negara Skandinavia. Rangking Indonesia berada di nomor 94 terburuk dari 178 negara yang diukur.


Tidak ada komentar: