×
Untitled-1

Matikan Rokok Sebelum Rokok Mematikan Mu

bandarjudiqq


Matikan Rokok Sebelum Rokok Mematikan Mu

Kita semua tahu bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan manusia secara umum ataupun bagi ibu hamil. Namun tak sedikit yang mengabaikannya sehingga menunggu sakit terlebih dahulu baru membuat sebagian orang merasa perlu berhenti merokok. Pada perokok biasa, asap rokok bisa menyebabkan berbagai hal misalnya kanker paru-paru dan impotensi. Dua penyakit tersebut tentu cukup berbahaya.

Nah, pada ibu hamil yang merokok maka bahaya bisa bertambah dua kali lipat karena tidak hanya akan menyerang sang ibu, namun juga akan ikut menyerang sang janin yang dikandungnya. Merokok selama hamil dapat berefek pada kesehatan bayi sebelum, selama, dan setelah bayi tersebut lahir. Nicotine yang merupakan kandungan addictive dalam rokok. Ada juga karbon monoksida dan beberapa racun di dalam rokok dapat masuk melalui aliran darah dan masuk langsung ke janin yang sedang dikandung.

Beberapa bahaya merokok bagi janin yang bisa terjadi selama kehamilan antara lain :

1. Menurunkan jumlah oksigen

oksigen dibutuhkan untuk sang ibu dan janin yang tumbuh di dalamnya. Oksigen sangat diperlukan dalam tubuh baik bagi dewasa ataupun bagi janin dalam kandungan. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kesehatan dan pertumbuhan menjadi terganggu. Bayi sendiri mendapatkan pasokan oksigen dari sang ibu melalui plasenta dan umbilical cord.

2. Meningkatkan detak jantung janin

Detak jantung janin bisa bertambah cepat karena efek dari ibu hamil yang merokok. Hal tersebut tentu kurang baik bagi sang janin. Detak jantung normal pada bayi biasanya antara 120 sampai dengan 160 detak jantung per menit selama dalam periode uterus. Ini dapat diukur melalui sonografy dari usia 6 minggu dan akan meningkat sekitar 170 bpm pada minggu ke-10, namun turun kembali ke sekitar 130 bpm.

3. Meningkatkan risiko keguguran dan lahir namun meninggal

Merokok pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran. Tentu setiap ibu hamil tidak ingin keguguran dan ingin agar anaknya bisa lahir dengan sehat. Keguguran tersebut bisa terjadi karena janin tidak tumbuh dengan semestinya dan bisa disebabkan oleh ibu yang merokok ataupun asap rokok. Jadi seharusnya jika menginginkan bayinya lahir sehat maka ibu hamil harus menjauhi rokok dan asap rokok.

4. Meningkatkan risiko bayi lahir secara prematur dan lahir dengan berat badan yang rendah

Merokok bisa menyebabkan seorang ibu hamil melahirkan lebih cepat atau prematur. Bayi yang lahir prematur cenderung lebih lemah dan lebih mudah terinfeksi penyakit. Walaupun banyak juga yang dapat tumbuh sehat namun di awal-awal perlu penanganan khusus agar bayi dapat terus hidup dan sehat.


Merokok juga bisa menyebabkan bayi memiliki berat badan yang rendah. Bayi dengan berat badan yang lemah juga memiliki risiko yang tinggi terhadap beberapa penyakit.

5. Meningkatkan risiko bayi menderita masalah pernapasan atau paru-paru

Merokok juga bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan baik itu pada orang dewasa ataupun janin yang masih berkembang organ tubuhnya. Mereka bisa mengalami gangguan paru-paru sejak dini jika sang ibu merokok atau sering terpapar asap rokok. Pada orang dewasa kita bisa melihat bahwa perokok bisa menderita kanker paru atau kanker pada tenggorokan.

Jika orang dewasa bisa mengalami hal separah itu maka janin juga berisiko untuk memiliki paru-paru yang tidak normal jika sejak dalam janin terpapar oleh asap rokok karena ibunya sendiri merokok. Apa yang ibu hamil makan minum atau hisap akan ikut masuk ke dalam janinnya sehingga sangat berbahaya bagi bayi salah satunya pada sistem pernapasannya.

6. Meningkatkan risiko bayi lahir dalam keadaan cacat

Setiap orang tua tentu tak ingin memiliki anak yang lahir cacat. Kecacatan tersebut akan semakin tinggi risikonya jika sang ibu adalah seorang perokok. Cacat pada bayi bisa berupa organ yang tidak berkembang sempurna, kebutaan, ketulian, dan lain-lain. Keadaan cacat pada anak dapat berdampak pada psikologi mereka dan orang tuanya.

Jika orang tua belum siap menerima anak yang cacat maka dampaknya bisa buruk bagi anak. Oleh karena ini ibu hamil sebaiknya berpikir panjang demi kesehatan dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya.

7. Meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome

Risiko kematian bayi atau janin akan semakin meninggi jika sang ibu belum bisa meninggalkan kebiasaannya dalam merokok. Sudden Infant Death Syndrome sendiri merupakan kematian yang tak bisa dijelaskan, biasanya terjadi selama tidur, atau bayi yang terlihat sehat kurang dari satu tahun. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, SIDS mungkin terjadi karena ketidaknormalan porsi dari otak bayi yang mengendalikan pernapasan dan terbangun dari tidur.

Semakin banyak rokok yang dihisap setiap harinya maka semakin tinggi kesempatan sang bayi menderita masalah kesehatan tersebut. Tidak ada tingkat keamanan dari bahaya merokok bagi janin selama kehamilan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.