×
Untitled-1

The Beauty Of Life Is Not Dependent How Great We Are

bandarjudiqq

Hidup?

Kita bangga mempunyai beberapa ijazah sarjana, tentu patut disyukuri. Kita kaya perusahaan maju dan senantiasa sukses puji syukur kepada Tuhan. Kita memiliki banyak ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain, alangkah melimpahnya rasa syukur tersebut bagi kita dalam suatu kehidupan. Namun seandainya kita memiliki suatu anugrah tersebut secara penuh dalam diri kita, tak bernilai apapun, bila tak ada orang yang dapat menikmati manfaat nya diri kita.

ada sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa "The beauty of life, not depend on how happy my life, but how happy the others" yang berarti bahwa keindahan hidup tidaklah tergantung pada betapa besarnya kebahagiaan yang kita miliki atau kita rasakan, melainkan seberapa banyaknya orang yang dapat kita antarkan untuk merasakan apa yang kita rasakan apa itu juga kebahagiaan.

Hidup berbagi,
Berbagi itu sesungguhnya amat indah. Kalau nggak percaya, kita bisa buktikan sendiri. Bila kita mendapatkan kue tart dihari ulang tahun, cobalah makan sendiri semuanya sampai habis, Dijamin sesudah itu kita akan mual dan sakit perut, Sama sekali tidak dapat menikmati enak dan lezatnya kue tart, karena kita ingin menikmatinya sendiri.

Dalam kehidupan nyata, mengaplikan hidup berbagi atau dalam bahasa kerennya: ”Life is to share” bahwa hidup itu adalah untuk berbagi, tentu kita awali terlebih dulu dalam rumah tangga kita. Kalau antara suami dan istri serta anak anak sama sekali tidak tahu apa artinya hidup berbagi, bagaimana mungkin kita bisa mengapliksikannya bagi orang lain??

Tidak Perlu Tunggu Kaya untuk Berbagi
Tidak sedikit orang yang berpikir: ”andaikan suatu waktu saya kaya, baru saya dapat terapkan hidup berbagi” Atau hidup kami sendiri seperti ini, mau terapkan hidup berbagi? Yang benar saja!”
Tujuh tahun kami hidup dalam derita dan melarat, namun kendati demikian, kami sudah terbiasa untuk menerapkan hidup berbagi. Tentu bukan dengan bagi bagi uang atau makanan, namun dengan berbagi perhatian pada keluarga dan tetangga kami. Bahkan putra kami yang pada waktu itu belum genap enam tahun, sudah tahu hidup berbagi. Ia memecahkan tabungannya dan menyerahkan seluruh isinya pada seorang ibu yang datang minta pinjamaan untuk biaya berobat anaknya. Oleh karena itu, puluhan tahun sudah berlalu, para tetangga senantias ingat dan merindukan kami.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.