×
Untitled-1

BANDARJUDIQQ - 5 JUNI 1806 : LAHIRNYA KERAJAAN BELANDA

5 JUNI 1806 : LAHIRNYA KERAJAAN BELANDA

BandarJudiQQ
Pada tanggal 5 Juni 1806, Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte kemudian mendirikan Kingdom of Holland (Koninkrijk Holland) lalu menunjuk adiknya sebagai raja dan menjadi Raja Belanda yang berasal dari Prancis.

Sejarah mencatat, setelah diangkat jadi raja, Louis Napoleon kemudian datang ke Amsterdam. Pernyatannya dalam Bahasa Belanda, yang tak terlalu dikuasainya, jadi legenda sepanjang masa.

Louis Bonaparte yang sebenarnya berniat mengatakan, "Saya Raja Belanda (Koning van Holland)" malah salah mengucapkan menjadi "Iek ben Konijn van Olland (Saya Kelinci Belanda),"

Meski kedengarannya lucu, namun, ucapannya bisa membuktikan upaya Louis dalam mempelajari bahasa rakyat yang dia pimpin. Ia juga lebih suka menyebut dirinya Lodewijk I, bukan Louis I.

Terbukti, ia adalah raja yang baik. Louis sanggup menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan sangat serius untuk rakyat Belanda.

Tak Mau Jadi Raja Boneka


Kaisar Napoleon Bonaparte memberinya sedikit kebebasan selama masa pemerintahannya. Namun, Louis tak mau jadi sekadar boneka.

Louis menentang kakak kandungnya sendiri dan ia membela kepentingan perdagangan Belanda dan memotong pengeluaran militer, baik angkatan darat maupun laut. Louis menyebut dirinya sebagai orang Belanda, bukan Prancis.

Sejumlah menteri dan pejabat penting yang didatangkan dari Prancis diperintahkan untuk mengganti kewarganegaraannya dan diharuskan untuk berbahasa Belanda.

Louis Bonaparte juga dicintai oleh rakyatnya karena sikap welas asih yang ia tunjukkan saat dirinya mengunjungi Leiden pada tahun 1807. Kala itu, sebuah kapal kargo yang memuat bubuk mesiu seberat 18.230 kilogram meledak. Insiden tersebut menyebabkan sebanyak 154 orang tewas, 2.000 lainnya terluka.

Dan, pada 1809, ia secara pribadi mengawasi upaya pemulihan wilayah Betuwe yang menderita akibat banjir parah. Karena itulah rakyat menjulukinya sebagai 'Lodewijk de Goede' -- Raja Lodewijk yang Baik.

Sang raja yang bersimpati pada kebudayaan Belanda, mendirikan Royal Netherlands Academy of Science, Royal Library, dan Rijksmuseum.

Louis Bonaparte kemudian mengubah balai kota menjadi istana yang bergaya. Dalam beberapa bulan, hamparan karpet tebal menutupi lantai, pelapis dinding warna-warni pun dipasang.

Ruang bawah tanah pun disulap menjadi gudang anggur, ratusan furniture dipesan khusus. Balkon pun dibangun agar raja bisa menampakkan diri di depan rakyatnya.

Namun, kekuasaan Louis Bonaparte tak berlangsung lama.

Ada dua faktor yang mengakhiri kekuasaan Louis Bonaparte. Pertama, Napoleon ingin mengurangi nilai pinjaman Prancis dari investor Belanda sebesar dua pertiga, yang menjadi pukulan telak bagi perekonomian Belanda.

Kedua, saat Napoleon mempersiapkan pasukan untuk invasi ke Rusia, dia meminta pasukan dari negara-negara sekutunya, termasuk Belanda. Namun, Louis menolak mentah-mentah permintaan saudaranya.

Napoleon kemudian menuduh adiknya lebih mengutamakan Belanda dibandingkan Prancis. Sang kaisar pun kemudian menarik pasukan Prancis dari Belanda, sehingga menyisakan tinggal 9 ribu serdadu.

Sial bagi Louis, pada 1809, Inggris mengerahkan 40 ribu tentaranya dalam upaya menduduki Antwerp dan Flushing. Ia pun tak berdaya.

Prancis kemudian mengirimkan 80 ribu milisi yang dipimpin Jean-Baptiste Bernado -- yang kelak jadi raja Swedia untuk menggagalkan invasi.

Invasi Inggris berhasil dibendung. Napoleon kemudian memerintahkan adiknya turun takhta, dengan dalih, Louis tak bisa melindungi Belanda.

Pada 1810, Napoleon Bonaparte kembali menganeksasi Belanda ke bawah kekuasaan Kekaisaran Prancis. Louis kemudian melarikan diri ke Austria. Ia tinggal di sana hingga akhir hayatnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.