×
Untitled-1

BandarJudiQQ : 2 Ledakan Terjadi di Katedral di Filipina, Sedikitnya 17 Orang Meninggal



BandarJudiQQ Sebanyak 17 korban dikabarkan meninggal akibat dua ledakan yang terjadi di luar katedral Katolik Roma di pulau Filipina Selatan, Minggu (27/1) pagi. 

Selain 17 korban meninggal, dilaporkan sekitar 50 orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa ini. 

Peristiwa ledakan yang kuat dugaan berasal dari bom ini meledak ketika berlangsungnya Misa Minggu.  Demikian kabar yang diberitakan oleh otoritas setempat. 

Ledakan pertama terjadi di Katedral Jolo yang berada di Provinsi Sulu. 

Petugas keamanan langsung menuju ke lokasi ledakan, kemudian diikuti ledakan kedua yang terjadi diluar gedung, yang melukai beberapa warga sipil dan juga petugas keamanan. 

Letnan Kolonel Gerry Besana, selaku juru bicara militer regional melaporkan, sedikitnya korban tewas sebanyak 17 orang dangen 12 diantaranya merupakan warga sipil. 

Walaupun demikian, terdapat perbedaan jumlah korban yang dilaporkan oleh pihak kepolisian nasional Filipina.

Oscar Albayalde selaku kepala kepolisian nasional Filipina mengatakan, setidaknya 19 orang sudah dilaporkan meninggal, dan 48 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Beberapa foto yang memperlihatkan sekitar lokasi kejadian sudah banyak beredar di media sosial. Memperlihatkan korban dan reruntuhan bangunan akibat ledakan. 

Beberapa korban terlihat berada di jalan diluar Katedral Our Lady Of Mount Carmel yang juga menjadi tempat ledakan bom sebelumnya. 

Militer Filipina saat ini sudah mengirimkan kendaraan berlapis baja untuk menutup jalan utama menuju ke gereja. 

Sementara itu terlihat beberapa kendaraan keluar masuk ke lokasi membawa jenazah maupun korban yang luka menuju ke rumah sakit. 

Beberapa korban juga terlihat dievakuasi menggunakan jalur udara menuju ke kota Zamboanga. 

"Kami sudah mengarahkan pasukan dalam meningkatkan kesiagaan, mengamankan semua tempat ibadah dan juga tempat umum. Kami juga menjalankan langkah keamanan proaktif untuk mencegar adanya rencana permusuhan," ucap Delfin Lorenzana, selaku Menteri Pertahanan Filipina.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan bom di Katedral itu. 

Demikian diinformasikan dari SCMP yang melansir Associated Press. 

Pulau Jolo sudah lama menjadi basis dari kelompok gerilyawan Abu Sayyaf yang sudah masuk kedalam daftar hitam negara AS dan Filipina sebagai organisasi teroris.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.