BandarJudiQQ Aksi Drama TNI dan Polri Dalam Penyelamatan Warga Papua Yang Disandera KKB
BandarJudiQQ Ketika itu, kabut tebal sedang menyelimuti desa Kimberly dan Utikini, papua.Jarak pandangpun terbatas. Oleh TNI pelatuk senapan tidak mungkin ditarik, dikarenakan KKB yang diincar berbaur dengan masyarakat.
Prajurit hanya bisa mengintai dan mengendap-gendap dilokasi penyekapan ratusan warga selama lima hari. Pasukan TNI yang ikut melakukan operasi senyap ini terdiri dari 20 personel dari Batalyon 751/Rider, dan 13 personel Kopassus. Tugas utama mereka yaitu merebut kembali kampung Kimberly.
Mereka juga dibantu oleh Peleton Intai Tempur Kostrad sebanyak 10personel dan dari Batalyon Infanteri 754/Eme Neme sebanyak 10personel. Mereka bergerak malam hari dengan sangat senyap. disiang hari mereka mengendap dan membeku, sembari mempelajari situasi.
Kamis, 16 November 2017, operasi penyergapan belum bisa dilakukan, keesokan harinya operasi baru bisa dilakukan. Para prajurit mengambil kesempatan saat KKB sedikit menjauh dari warga untuk menempati pos yang baru mereka bangun. Penyerbuanpun berlangsung dramatis. Baku tembak meluncur kearah petugas dan juga kearah warga yang berhasil dievakuasi oleh TNI-Polri.
Jenderal Gatot Nurmantyo, selaku Panglima TNI mengatakan, pasukan akan tetap memburu KKB di Papua tersebut. Namun tindakan ini akan dilakukan setelah siap mengamankan semua warga. Sekarang warga telah bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa. Mereka akan menggadakan rapat terkait tempat tinggal mereka, apakah akan berpindah atau tetap disana.
Gatot meminta pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di masyarakat. Tugas TNI dan Polri hanyalah membebaskan dan mengamankan kampung. TNI dan Polri juga akan tetap bersiaga untuk mengamankan desa.
Lima perwira TNI yang memimpin operasi ini menolak untuk dinaikkan pangkatnya. Padahal mereka dinilai telah berhasil memimpin tugas besar ini terkait pembebasan sandera oleh KKB. Meski mereka tidak menerima kenaikkan pangkat. Mereka akan diberikan pendidikan yang lebih khusus dibandingkan teman teman seangkatan mereka.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintahan akan mengutamakan kepentingan rakyat terkait persoalan penyanderaan di Tembagapura. Hal ini terkait dengan KKB yang menyandera ratusan warga sejak beberapa hari lalu. Jika cara persuasif gagal, pemerintahan akan menggunakan cara lain . Ia mengaku belum tahu persis mengenai tuntutan yang diinginkan KKB. Pastinya, kelompok semacam ini memiliki kecenderungan untuk melawan pemerintahan.


Tidak ada komentar: