×
Untitled-1

BandarJudiQQ Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Untuk Persiapan Pilkada 2018


BandarJudiQQ Badan Pengawasan Pemilu(Bawaslu) telah meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) untuk Pilkada 2018. IKP merupakan suatu upaya untuk melakukan pemetaan terkait potensi pelanggaran dalam proses pilkada. 

Grand Launching IKP diadakan di Hotel Gran Sahid Jaya, di Jl. Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang diadakan hari ini(28/11/17). Abhan selaku Ketua Bawaslu menyebut IKP Pilkada adalah sebuah persiapan yang dilakukan Bawaslu jelang Pilkada serentak Tahun 2018. 

"IKP Pilkada 2018 ini, adalah suatu upaya dari Bawaslu RI untuk melakukan pemetaan dan deteksi secepatnya jika ada berbagai potensi kerawanan dan pelanggaran terkait persiapan untuk menghadapi penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018. Ujar Abhan saat pembicaraan penyambutannya

Abhan menambahkan Bawaslu menyusun IKP di 171 daerah yang akan melakukan Pilkada secara serentak di tahun 2018 nanti. Penyusunan IKP dilakukan dengan cara menggabungkan 3 aspek. 

"Digunakan 3 aspek penting yang dijadikan sebagai alat pengukur yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas, bermartabat dan demokratis." Lanjut Abhan 

Ketiga aspek yang dimaksud adalah penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi. Abhan melanjutkan dengan adanya IKP ini akan bertujuan untuk mengidentifikasi ciri karakteristik dengan kerawanan suatu wilayah. Selain itu, hal ini juga berfungsi sebagai referensi untuk melakukan suatu pencegahan. 

"Untuk melakukan suatu pemetaan yang akan menentukan deteksi dini yang diidentifikasi. Untuk mengidentifikasikan ciri-ciri karakter adanya kerawanan diwilayah yang melakukan pilkada. Ketiga sebagai referensi untuk melakukan pencegahan dan strategi. Ucap Abhan

Bawaslu telah membuat penyusunan sistem IKP ini sejak pemilu di tahun 2014. IKP ini diluncurkan dalam sebuah buku dengan berjudul Indeks Kerawanan Pemilu(IKP) Pemilikhan Kepla Daerah Tahun 2018. 

Beberapa tokoh yang turut hadir dalam acara peluncuran IKP ini adalah Mendagri Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Irjen Lutfi Lubihanto dan Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.