×
Untitled-1

BandarJudiQQ : Seorang Siswa Tembak Mati Kepala Sekolahnya Karena Masalah Bolos Sekolah


BandarJudiQQ Seorang siswa di Pakistan menembak kepala sekolahnya hingga meninggal. Hal ini bermula dari korban yang terlibat adu pendapat dengan kepala sekolahnya dan terkait penghujatan agama serta pelaku ini yang memilih bolos untuk unjuk rasa. 

Sareer Ahmad merupakan kepala sekolah Islamia College. Sebuah sekolah menengah dan kampus swasta di Kota Charsadda, Pakistan. Ahmed tewas ditembak pada hari  Senin (22/1) waktu setempat. 

Sebelumnya korban mengalami luka kritis dan meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit di Peshawar. 

Kepolisian Pakistan tidak mengatakan identitas pelaku. Namun beberapa media lokal mengatakan pelaku ini bernama Faheem Ashraf  yaitu murid tahun kedua di sekolah dengan nama lengkap New Islamia Public High School and College Shabqadar itu.

Zahoor Afridi, Kepala Kepolisian setempat mengatakan sebelumnya dia sempat berkelahi dengan pelaku sebelum penembakan ini terjadi. Dilaporkan, pelaku ini marah karena dinyatakan absen oleh pihak sekolah. Dia pernah tidak masuk selama 3 hari di bulan November 2017 karena ikut melakukan unjuk rasa. Pelaku ini juga mengatakan korban melakukan penghujatan agama. 

Pelaku ini sempat mengikuti unjuk rasa yang diadakan oleh parpol setempat di bulan Nobvember 2017 di Islamabad. Yang bertujuan menentang perubahan kecil dalam UU pemilu yang dikatakan telah mengarah ke Praktik Penghujatan agama. Unjuk rasa ini membuat kemacetan di Islamad, setidaknya 7 orang tewas dan 200 lainnya mengalami luka-luka. 

Setelah menembak korban, pelaku ini langsung ditangkap dengan senjata yang masih berada di tangannya. Siswa ini mengatakan dia sudah membunuh seorang penghujat agama saat dirinya ditangkap. Namun sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti penghujatan agama yang dilakukan oleh korban ini. 

Pidana penghujatan agama sudah menjadi isu yang sangat sensitif di Pakistan. Mereka yang melanggar UU antipenghujatan agama bisa terancam hukuman mati. Tudingan penghujatan agama sering sekali menyebabkan keributan di Pakistan, dengan para korban yang dituding sulit membela dirinya. 

Dalam video yang direkam saat penangkapan, pelaku ini melakukan pembelaan terkait aksinya." Saya berkomitmen melakukan pembunuhan ini dan sayapun menerimanya. Ini adalah perintah dari Tuhan." Ucapnya menggunakan bahasa daerah Pashto

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.