×
Untitled-1

Cinta Yang Ditolah Bukan Lah Hal Yang Memalukan.

bandarjudiqq

Cinta Yang Ditolah Bukan Lah Hal Yang Memalukan.

Pasti kalian berpikir, ”Ini baca judulnya aja udah ngenesin, apalagi isinya ya?” Ayo ngaku, iya gak?! Hahaha. Well, guys & girls, I just wanna share about love from another point of view. Just read it. Ini gak ngenesin, sungguh! Sebaliknya, kita justru akan bicara tentang sesuatu yang agung dan indah: cinta sejati.

1.Tidak Perlu Merasa Malu atau Rendah Diri

Banyak orang berpikir bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu malu-maluin. Cowok aja malu, apalagi kalau cewek yang ngalamin. Duh, amit-amit deh! Jangan sampe kejadian. Atau, kalau pun harus kejadian, sebisa mungkin ga usah sampe ketahuan, lah. Ga worth it banget! Mau ditaruh di mana harga diri kita? Kuat, dengerin omongan orang? Selain malu, sakitnya itu loh, ga ketulungan!

Wait, wait! Siapa bilang cinta bertepuk sebelah tangan itu malu-maluin dan kehilangan harga diri? Siapa bilang kalau kita ditolak, itu berarti kita ga laku or ga qualified? Bukannya cinta Tuhan kepada manusia itu cinta yang juga bertepuk sebelah tangan? Bukankah kita seringkali menolak cinta Tuhan? Nah, apa kita masih mau bilang kalau Tuhan itu ga qualified? Atau bahwa Tuhan itu ga tau malu, cinta udah ditolak tapi ga nyerah-nyerah? Ga punya harga diri, berkorban habis-habisan dengan memberikan nyawa tapi tetap dihina dan ga dihargain manusia? Berani kita bilang, "Itu mukanya Tuhan mau ditaruh dimana, ya?"

Aneh tapi nyata. Kalau mau dipikir secara logika, kenapa juga ya Tuhan cinta sama manusia? Apa sih bagusnya yang namanya manusia itu? Notabene, manusia itu kan lemah banget, gak ada apa-apanya dibandingkan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Udahlah ga bisa apa-apa, sok jagoan dan berkuasa pula! Menganggap diri bisa hidup tanpa Tuhan, suka berbuat seenak jidat, bikin dosa yang menyakitkan hati Tuhan, dan banyak lagi kelakuan-kelakuan menyebalkan lainnya. Siapa yang bodoh di sini? Tuhan? Ataukah Manusia?

Mungkin bisa juga diilustrasikan begini, ada seorang pangeran, ganteng, kaya raya, dan baik hati naksir sama seorang wanita miskin dari desa. Too good to be true? Well, bukankah cinta memang penuh dengan kejutan? Tidak berhenti sampai di situ, wanita miskin dari desa itu ternyata menolak cinta sang pangeran! WHAT? Ya, dia gak mau sama sang pangeran, maunya sama preman jalanan yang kasar, gak punya kerjaan selain malakin orang, dan serba gak jelas segala-galanya.

Nah, apakah karena sang pangeran yang ganteng dan baik hati itu ditolak cintanya, maka dia dapat kita katakan sebagai tidak qualified? Apakah ketika dia mencintai seorang wanita yang tidak mencintai dia, itu menjadi suatu hal yang memalukan?

Jawabnya: Belum tentu.

2.Terimalah Kenyataan
Sikap seseorang terhadap kita kadang bisa membuat kita jadi bertanya-tanya, mengapa selama ini dia begitu baik dan perhatian kepada kita? Kita berpikir bahwa perhatiannya itu adalah tanda bahwa dia suka dengan kita. Pada kenyataannya, perhatian tidaklah selalu adalah bukti bahwa seseorang menyukai kita lebih dari sekadar teman. Bisa jadi, dia memang begitu kepada semua orang, termasuk kepada lawan jenis. Nah, coba buka mata lebar-lebar dan perhatikan: bagaimana sikap dia terhadap teman-teman lainnya?

Ada lagi orang yang memang PDKT dengan kita. Dia chat kita setiap hari, telpon berjam-jam, dan kadang ngajak pergi berdua. Wah, perhatian banget deh. Awalnya mungkin kita risih atau sebal, tetapi lama-lama kita jadi jatuh hati. Giliran kita sudah jatuh hati, eh dia malah menghilang begitu saja. Pahitnya lagi, ternyata dia jadian dengan orang lain. Duh, sedih gak sih?! Well, girls, sadarilah bahwa perasaan seseorang itu mudah berubah, apalagi jika masih dalam tahap PDKT. Seorang pria bisa PDKT dengan beberapa wanita sekaligus. Jadi kalau dia perhatian, ngajak pergi bareng, dan sebagainya, bisa jadi itu dilakukan juga secara simultan ke beberapa wanita.

Ini pelajaran yang amat penting: anggaplah semuanya sebagai teman sebelum ada komitmen. Jangan biarkan perasaan kita berkembang terlalu jauh.
Bagaimana jika kita pada akhirnya mencintai sahabat kita sendiri? Awalnya sih ga ada perasaan, murni persahabatan, tetapi lama-kelamaan, timbullah percikan api cinta itu. Sayangnya itu hanyalah perasaan kita semata. Dia benar-benar hanya menganggap kita sebagai sahabat, tidak lebih. Pahit? Tentu.

Jika kita menyukai seseorang dan orang yang kita sukai tidak mengetahui perasaan kita, ada baiknya kita beri tahu. Tidak mengapa jika nanti dia menolaknya; setidaknya dia sudah tahu. Memendam sebuah perasaan cinta bertahun-tahun dan terus menebak-nebak apakah dia memiliki perasaan yang sama hanya akan menyiksa dirimu. Sampaikanlah perasaanmu, biarkan dia tahu. Jika dia menolak, terimalah kenyataan itu. Kita menang ketika berani mengungkapkan perasaan, tidak peduli diterima atau ditolak pada akhirnya.

Sepahit apapun sebuah kenyataan, tetaplah lebih baik daripada ilusi. Untuk apa kita merasakan kebahagiaan semu dengan terus berasumsi bahwa dia memiliki perasaan yang sama dengan kita, padahal tidak. Suatu hari, ketika dia jadian dengan orang lain, kenyataan itu akan menampar kita, dan rasanya pasti akan lebih sakit. Bangunlah dari mimpi dan harapan yang kandas, terimalah kenyataan ini!

3.Move On
Jika dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita, maka tidak ada gunanya kita terus memendam perasaan bahkan memupuknya. Coba kita pikir, mau sampai kapan kita bertahan dengan semua perasaan ini? Apa sampai kita terima undangan nikah dari dia? Well, itu akan jauh lebih menyakitkan loh.

Mungkin saat ini kita berpikir bahwa tidak akan ada lagi pria atau wanita yang sebaik dia. Ya, memang semua orang diciptakan unik sih. Jadi sudah pasti tidak akan pernah lagi kita jumpai kembarannya di bumi ini. Anak kembar pun memiliki perbedaan karakter, bukan? Akan tetapi, percayalah bahwa kelak akan ada pria atau wanita yang mencintai kita apa adanya. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuka hati dan pikiran.

Ingatlah bahwa waktu akan berjalan dengan cepat. Tanpa terasa, kita akhirnya akan menjadi tua. Jika terus menggenggam masa lalu, kita bisa jadi tidak akan sadar, bahkan ketika cinta sejati ada di depan mata. Jika itu terjadi, bisa-bisa kita sendirilah yang menolak cinta sejati yang Tuhan kirimkan untuk kita. Rugi, kan? Penyesalan akan selalu datang terlambat. Jangan sampai itu terjadi.

Biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Ketika esok matahari bersinar, bukalah hatimu pada cinta yang baru.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.