×
Untitled-1

Pahlawan Di Balik Kasus Teroris Pengeboman Gereja Di Surabaya

Bandarjudiqq

Pahlawan Di Balik Kasus Pengeboman Gereja

Dalam peristiwa pengeboman yang terjadi di gereja khatolik memakan banyak korban dan menyelimuti duka yang sangat dalam terhadap para korban mau pun kerabat karna aksi yang di lakukan pelaku sangat la tidak berprikemanusiaan dan keji namun dalam insiden tersebut ada sebuah luka mendalam yang menyelimuti kediaman Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban tewas di Gereja Santa Maria Tak Bercela (STMB), Jalan Ngagel Jaya, Surabaya, Minggu pagi tadi. Dia meninggal setelah mengadang laju pelaku teror di gerbang masuk gereja sebelum bom meledak.

Siswanto, ayah Bayu, terus menangis. Menunggu jenazah anaknya dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Di rumah duka terus berdatangan banyak kerabat menyampaikan bela sungkawa. Karangan bunga juga berjejer di sepanjang jalan menuju kediamannya sekitar Gubeng Kertajaya Gang I Surabaya.

"Saya mohon maaf karena masih tunggu jenazah anak saya, setelah itu saya akan ngomong ke teman-teman," ujar Siswanto, Minggu (13/5).Di lingkungan gereja, korban dikenal sebagai koordinator relawan keamanan. Dia juga dikenal berprofesi sebagai fotografer pernikahan dan pengemudi online.

Saat teror terjadi, posisinya berada di gerbang gereja bersama petugas kepolisian. Bayu berhasil menghambat laju seorang pelaku teror sebelum masuk ke dalam gereja.

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat motor pelaku hanya sampai di pintu masuk gerbang karena diadang Bayu. Sehingga pelaku tak sampai dalam lokasi gereja. Namun, ketika motor dihentikan bom dibawa pelaku teror meledak. Nyawa ayah dua anak ini tak terselamatkan.

Korban mempunyai istri bernama Monic berprofesi sebagai guru PAUD. Bayu juga meninggalkan dua putra masih duduk di bangku kelas I SD dan berusia setahun. Saat ini, pihak keluarga masih menanti kedatangan jenazah Bayu dari Rumah Sakit Bhayangkara

Banyak masyarakat yang berharp agar polisi bisa menangani kasus ini dan menyelesaikan nya agar para pelaku bisa tertangkap dan tidak akan ada kasus yang   sama terjadi hal tersebut karna sangat merugikan dan tidak berpri ke manusiaan sehingga para pelaku harus di tangkap dan di pidanakan sesuai hukum yang berlaku agar mereka bisa kapok dan tidak ada kasus yang sama terjadi kembali.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.