BandarJudiQQ : Dukun Beraksi, Banjir Sulsel Diduga Akibat Penunggu Bendungan Marah
BandarJudiQQ Tiba-tiba terjadi kepadatan di Jembatan Kembar Gowa, Kabupaten Gowa yang merupakan bagian dari jalur Trans Sulawesi. Keramaian ini diakibatkan dari adanya ritual tolak bala yang dilakukan oleh seorang ibu di atas jembatan ini.
Dalam aksi ini, terlihat seorang ibu yang memakai baju dan berkerudung warna merah sedang duduk bersila diatas jembatan itu, Jum'at(25/1) siang. Perempuan ini juga ditemani seorang perempuan yang memakai baju hijau yang membelakangi pengendara lainnya.
Dihadapan perempuan ini terletak 3 gelas air putih. Dan mulutnya terlihat sedang komat kamit membaca mantra di atas jembatan tersebut.
Aksi yang dilakukan ibu ini mengundang banyak perhatian. Apalagi aksi yang dilakukan ibu ini sempat menyebabkan kemacetan. Warga beramai-ramai untuk melihat aksi jampi jampi yang sedang terjadi. Kejadian ini pun menjadi perbincangan warga setempat.
Air yang sudah dibacakan mantra kemudian diminum oleh seorang lelaki muda lalu sisanya dibasuhkan ke wajahnya.
Perempuan yang dipanggil Sanro(dukun) ini mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Sulsel disebabkan dari pemilik bendungan Bili-bili yang sedang marah.
"Jadi ini tempatnya di Gowa hanya ada satu, yang punya tempat di Gowa. Sehingga sekarang airnya sudah mulai surut. Jika saya tidak bertemu dengan Karaeng di Bili-bili ini mungkin tidak akan seperti ini, tidak mungkin airnya akan surut kalau saya tidak menemani Karaeng," ucap Sanro menggunakan bahasa Makassar setelah melakukan ritualnya dalam rekaman video yang beredar.
Sanro lalu mengungkapkan penyebab dari Karaeng Marah karena ada sejumlah orang yang menantang Karaeng untuk melakukan duel. Sayangnya, sanro tidak menjelaskan secara detail apakah sosok Karaeng yang dimaksudnya ini merupakan manusia atau bukan.
"Saya sudah bertemu dengan Karaeng di hari Rabu kemarin. Dia juga melakukan permintaan maaf sebelumnya," tambah perempuan yang umurnya diperkirakan 50 tahun itu.
"Jika saya tidak ke Bili-bili bertemu dengan Karaeng air mungkin tidak akan surut, yang pergi itu adalah rohku bukan jasadku," ucapnya.
Usai melakukan ritualnya perempuan inipun langsung meninggalkan jembaran bersama dengan sejumlah oraang yang menemani dirinya.


Tidak ada komentar: