BANDARJUDIQQ-Hasil Surve Dan Pemilik Kursi RI-1
| Bandarjudiqq |
Memperjuangkan Kursi RI-1
Beberapa saat lagi akan di adakan nya pemilihan presiden yang akan di lakukan di Indonesia hal tersebut memang menjadi kontroversi baik dari banyaknya berita-berita hoax dan juga para politikus yang sangat sengit mendukung calon yang di pilihnya sehingga pertarungan merebut kursi RI 1 menjadi sangat sengit antara kubu Prabowo dan Jokowo yang di lakukan oleh para pendukungnyaSebelum di lakukan nya pemilu biasanya banyak lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas pasangan capres-cawapres jelang Pemilu 2019. Dalam survei itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf menang telak 57,7 persen dari pasangan Prabowo-Sandi yang hanya mengantongi 32,3 persen.
Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi mengatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf jangan terlalu terlena dengan hasil survei ini. Karena pelaksanaan pilpres masih panjang dan pasangan Prabowo-Sandi masih memiliki waktu tujuh bulan untuk meningkatkan elektabilitas.
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dinilai belum aman karena masih di bawah 60 persen. Sebab, dalam waktu tujuh bulan ke depan, preferensi pemilih bisa berubah.
"Perubahan preferensi Pemilu masih bisa terjadi. Bisa saja tujuh bulan ke depan berpindah ke lain hati. Jadi jangan terlalu terlena. Sebab kalau kita lihat elektabilitas Prabowo-Sandi sudah ada sedikit kenaikan dibandingkan bulan Februari 2018. Jadi meskipun pak Prabowo masih kalah ini belum akhir segalanya karena toh Pemilu masih panjang," jelasnya usai rilis hasil survei di Kantor Indikator, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9) kemarin.
Burhanuddin mengatakan dalam survei itu ada 9 persen masyarakat belum menentukan pilihan. Sementara ada 30 persen masyarakat yang sudah menentukan pilihan tapi kemungkinan besar pilihannya bisa berubah. Sebanyak 39 persen swing voter ini bisa dimanfaatkan pasangan Prabowo-Sandi.
Angka 39 persen ini dinilai sangat besar dan bisa mengubah keadaan. Jika 39 persen swing voter memilih Prabowo-Sandi maka akan menjadi ancaman bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Ini sangat besar. Karena bagaimanapun proporsi 39 persen ini bisa membalik keadaan. Kalau misalnya swing voter ini sebagian besar beralih ke pasangan Prabowo-Sandi tentu ini menjadi ancaman bagi Jokowi. Tapi kalau misalnya Jokowi-Ma'ruf bisa menarik sebagian dari swing voter tersebut tentu kemungkinan Jokowi menang dengan meyakinkan pada 2019 semakin lebar," jelasnya.
Lembaga surve yang di buat sebenar nya dilakukan agar mendapatkan bayangan dengan pemenang dari pemilu yang akan di lakukan dan mencari suara rakyat dalam sebuat voting namun hasil surve tidak 100% nyata karna apa pun dapat terjadi karna semua tergantung dari suara rakyat mengenai hasil pemilihan.

Tidak ada komentar: